Rabu, 17 September 2014

Tekanan


Tekanan (p) adalah satuan fisika untuk menyatakan gaya (F) per satuan luas (A).



p = \frac{F}{A}
P : Tekanan dengan satuan pascal ( Pressure )
F : Gaya dengan satuan newton ( Force )
A : Luas permukaan dengan satuan m2 ( Area )
Satuan tekanan sering digunakan untuk mengukur kekuatan dari suatu cairan atau gas.
Satuan tekanan dapat dihubungkan dengan satuan volume (isi) dan suhu. Semakin tinggi tekanan di dalam suatu tempat dengan isi yang sama, maka suhu akan semakin tinggi. Hal ini dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa suhu di pegunungan lebih rendah dari pada di dataran rendah, karena di dataran rendah tekanan lebih tinggi.
Akan tetapi pernyataan ini tidak selamanya benar atau terkecuali untuk uap air, uap air jika tekanan ditingkatkan maka akan terjadi perubahan dari gas kembali menjadi cair. (dikutip dari wikipedia : kondensasi). Rumus dari tekanan dapat juga digunakan untuk menerangkan mengapa pisau yang diasah dan permukaannya menipis menjadi tajam. Semakin kecil luas permukaan, dengan gaya yang sama akan dapatkan tekanan yang lebih tinggi.
Tekanan udara dapat diukur dengan menggunakan barometer.
Saat ini atau sebelumnya unit tekanan rakyat adalah sebagai berikut:
  • atmosfer (atm)
  • manometric unit:
    • sentimeter, inci, dan milimeter merkuri (torr)
    • Templat:Jangkar Tinggi kolom air yang setara, termasuk milimeter (mm H2O), sentimeter (cm H2O), meter, inci, dan kaki dari air
  • adat unit:
    • tidur, ton-force (pendek), ton-force (lama), pound-force, ons-force, dan poundal inci per persegi
    • ton-force (pendek), dan ton-force (lama) per inci persegi
  • non-SI unit metrik:
    • bar, decibar, milibar
    • kilogram-force, atau kilopond, per sentimeter persegi (tekanan atmosfer)
    • gram-force dan ton-force (ton-force metrik) per sentimeter persegi
    • Barye (dyne per sentimeter persegi)
    • kilogram-force dan ton-gaya per meter persegi
    • sthene per meter persegi (pieze)

Tekanan Hidrostatis

Tekanan Hidrostatis adalah tekanan yang terjadi di bawah air. Tekanan ini terjadi karena adanya berat air yang membuat cairan tersebut mengeluarkan tekanan. Tekanan sebuah cairan bergantung pada kedalaman cairan di dalam sebuah ruang dan gravitasi juga menentukan tekanan air tersebut.
Hubungan ini dirumuskan sebagai berikut: "P = ρgh" dimana ρ adalah masa jenis cairan, g (10 m/s2) adalah gravitasi, dan h adalah kedalaman cairan. h dihitung dari permukaan air menuju ke kedalaman benda.

Tekanan Udara

Atmosfer adalah lapisan yang melindungi bumi. Lapisan ini meluas hingga 1000 km ke atas bumi dan memiliki massa 4.5 x 1018 kg. Massa atmosfer yang menekan permukaan inilah yang disebut dengan tekanan atmosferik. Tekanan atmosferik di permukaan laut adalah 76 cmHg.

Aplikasi Tekanan

Tekanan diaplikasikan dalam beberapa hal dalam kehidupan, diantaranya:
  • Pengukuran tekanan darah
  • Pompa Hidrolik yang biasanya dipakai di bengkel-bengkel

sumber : http://id.wikipedia.org

Macam - Macam Gaya

Bahasan saya selanjutnya mengenai beberapa macam gaya.  lagsung saja kita lihat...

 Gaya Gesek
Gaya Gesek adalah/ Gaya Gesek yaitu/ Gaya Gesek merupakan/ yang dimaksud Gaya Gesek/ arti Gaya Gesek/ definisi Gaya Gesek.
Gaya Gesek adalah
Gaya Gesek termasuk gaya sentuh yang muncul jika permukaan dua benda bersentuhan langsung secara fisik. Arah gaya gesek searah dengan permukaan bidang sentuh dan bersawanan dengan kecenderungan arah gerak. Gaya gesek yang dikerjakan permukaan bidang sentuh pada benda sewaktu benda tidak bergerak disebut gaya gesek statis (fs). Gaya gesek yang dikerjakan permukaan bidang sentuh pada benda sewaktu benda bergerak disebut gaya kinetis (fk).
Besarnya gaya gesek dirumuskan dengan persamaan berikut:
Keterangan:
fs= gaya gesek statis (N)
fs= gaya gesek kinetis (N)
μs= koefisien gerak statis
μk= koefisien gaya kinetis
N=  gaya normal(N)

Gaya Normal  
Gaya Normal adalah/ Gaya Normal yaitu/ Gaya Normal merupakan/ yang dimaksud Gaya Normal/ arti Gaya Normal Gaya Normal/ definisi Gaya Normal.
Gaya Normal adalah

Gaya Normal di definisikan sebagai gaya yang bekerja pada bidang sentuh antara dua permukaan yang bersentuhan, yang arahnya selalu tegak lurus pada bidang sentuh.
Gaya normal sirumuskan sebagai berikut:
N= w
Keterangan:
N= gaya normal (N)
w= gaya benda (N)
  
Gaya Berat  
Gaya Berat adalah/ Gaya Berat yaitu/ Gaya Berat merupakan/ yang dimaksud Gaya Berat/ arti Gaya Berat/ definisi Gaya Berat.
Gaya Berat adalah

Kita seringkali keliru antara pengertian massa dan berat benda. Massa adalah ukuran banyaknya materi yang dikandung oleh suatu benda. Massa adalah ukuran kelebaman (kemampuan mempertahankan keadaan gerak) suatu benda. Massa nilainya selalu tetap di tempat mana saja di alam semesta ini.
Berat adalah gaya gravitasi bumi yang bekerja pada suatu benda. Hubungan antara massa dan berat dirumuskan sebagai berikut:
w=mg
Keterangan:
w= berat benda (N)
m= massa benda (kg)
g= percepatan gravitasi (m/s2)

sekian.. postingan saya. semoga semua bermanfaat  bagi para pembaca.
sumber : http://seluk-pendidikan.blogspot.com

Gaya dan hukum newton

Gaya dalam pengertian ilmu fisika adalah seseatu yang menyebabkan perubahan keadaan benda.

  Hukum Newton

Hukum I Newton

Setiap benda akan tetap diam atau bergerak lurus beraturan apabila pada benda itu tidak bekerja gaya.
 \Sigma F = 0

Hukum II Newton

Bila sebuah benda mengalami gaya sebesar F maka benda tersebut akan mengalami percepatan.
 \Sigma F = m \times a

Keterangan:
  • F : gaya (N atau dn)
  • m : massa (kg atau g)
  • a : percepatan (m/s2 atau cm/s2)

Hukum III Newton

Untuk setiap gaya aksi, akan selalu terdapat gaya reaksi yang sama besar dan berlawanan arah.
 F_{AB} = - F_{BA}

Gaya gesek

 F_{g} = \mu \times N

Keterangan:
  • Fg : Gaya gesek (N)
  •  \mu  : koefisien gesekan
  • N : gaya normal (N)

Gaya berat

 w = m \times g
Keterangan:
  • W : Gaya berat (N)
  • m : massa benda (kg)
  • g : gravitasi bumi (m/s2)

Berat jenis

  s = \rho \times g atau
  s = \frac {w} {V}
Keterangan:
  • s: berat bersih (N/m3)
  • w: berat janda (N)
  • V: Volume oli (m3)
  •  \rho : massak kompor(kg/m3)

 sumber : http://id.wikibooks.org

Kamis, 11 September 2014

Besaran Turunan

  Selanjutnya saya akan membahas besaran turunan. kali ini saya akan membahasnya lebih rinci. langsung saja ya...

Besaran turunan merupakan besaran fisika yang diturunkan dari satu atau lebih besaran pokok. Selain tujuh besaran pokok, besaran fisika lainnya termasuk besaran turunan. Dalam pokok bahasan fisika yang akan anda pelajari selanjutnya nanti, anda akan mengenal berbagai besaran turunan.
pada kesempatan ini saya akan memberikan beberapa contoh besaran turunan dan satuannya yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, yakni:
 1. luas (L) = m2
2. volume (V) = m3
3. kecepatan (v) = m/s
4. kelajuan (v) = m/s
5. percepatan (a) = m/s2
6. massa jenis (ρ) = kg/m3
7. gaya (F) = N = kgm/s2
8. Energi potensial (Ep) = J = kgm2/s2
9. energi kinetik (Ek) = J = kgm2/s2
10 gaya berat (w) = N = kgm/s2
11. gaya coulomb (Fc) = N = kgm/s2
12. impuls (I) = Ns
13. ggl baterai (ε) = Volt
14. momentum (p) = Kgm/s
15. usaha (W) = Nm = kgm2/s2
16. daya (P) = watt = J/s = kgm2/s3
17. tekanan (P) = Pa = N/m2
18. tekanan hidrostatis (Phid) = Pa = N/m2
19. frekuensi (f) = 1/s = Hz
20. muatan listrik (Q) = C
21. hambatan listrik (R) = Ω
22. tegangan listrik (V) = volt
23. kalor laten (L) = J/kg
24. momen kopel (M) = Nm
25. momentum sudut (L) = kg.m2/s
26. kuat medan listrik (E) = N/C
27. kekuatan lensa (P) = 1/m = dioptri
28. kalor (Q) = J = kgm2/s2
29. kapasitas kalor (C) = (J/K
30. kalor jenis (c) = J/kgK
31. hambatan jenis kawat penghantar (ρ) = Ω.m
32. cepat rambat cahaya (c) = m/s
33. gaya sentripetal (Fs) = N
34. kecepatan sudut (ω) = rad/s
35. percepatan sudut (α) = rad/s2
36. percepatan gravitasi (g) = m/s2
37. tegangan atau stres (σ) = N/m2
38. Modulus elastis (E) = N/m2
39. modulus Young (Y) = N/m2
40. konstanta pegas (k) = N/m
41. tetapan Gravitasi bumi (G) = N.m2/kg2
42. momen gaya (τ) = N.m
43. momen inersia (I) = Kg.m2
44. debit aliran (Q) = m3/s
45. koefisisen viskositas (η) = N.s/m2
46. induktansi diri (L) = Hendry = H
47. intensitas bunyi (I) = watt/m2
48. Medan listrik (E) = (N/C)
49. Fluks medan listrik (ΦE) = Nm2/C = Weber (Wb)
50. kapasitas kapasitor (C) = farad = C/V
51. Kuat Medan magnet (B) = tesla = Wb/m2
52. konduktivitas listrik bahan penghantar (σ) = Ω/m
53. resistivitas listrik bahan penghantar (ρ) = Ω.m
54. koefisien konveksi (h) = W/m2K
55. laju kalor konveksi (I) = watt = J/s
56. koefisien konduktivitas termal (k) = W/m.K
 Dan masih banyak lagi besaran turunan yang belum saya tampilkan

sekian... postingan saya. semoga semua bermanfaat bagi para pembaca.
terima kasih... 

sumber : http://gurumuda.net

Pengertian dan Macam Besaran Pokok


  Kali ini... besaran Pokok merupakan bahasan selanjutnya. Pengertian besaran pokok dan juga Macam-macam besaran pokok menjadi topik utamanya.Saya harap postingan kali ini dapat bermanfaat bagi sobat semua, walaupun masih banyak pengetahuan mengenai besaran pokok yang tidak admin bahas disini. Langsung aja ya.

A.PENGETIAN BESARAN POKOK
   Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditentukan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lainnya.

B.MACAM-MACAM BESARAN POKOK
  
1.Panjang(m)[L]
  Panjang adalah jarak antara dua titik di dalam ruang.Dalam SI satuan panjang adalah meter(m).Meter adalah satuan panjang internasional yang pertama,yang terbuat dari campuran bahan platina iridium,dan disimpan di The International Bureau Of Weinght and Measure.
  Pada tahun 1960,para ahli menetapkan bahwa satu meter sama dengan 1.650.763,73 kali panjang gelombang pancaran sinar jingga-merah dari atom kripton-86 dalam ruang hampa.Kemudian pada tahun 1983,meter kembali di definisi ulang dan bunyinya adlah:”Meter adalah panjang jalur yang dilalui oleh cahaya pada ruang hampa udara selama selang waktu: 1/299.792.458 sekonu.
2.Massa(kg)[M]
  Massa adalah jumlah materi yang terkandung dalam suatu benda.Dalam SI satuan massa adalah kilogram(kg).Satu kilogram adalah massa sebuah silinder logam yang terbuat dari campuran platina iridium yang disimpan di Lembaga berat dan Ukuran internasional di Paris,Prancis.Kilogram merupakan satu-satunya satuan Standar yang tidak bisa dipindahkan.Alat ukur satuan massa antara lain adalah:
  • ·         Neraca Lengan,ada yang terdiri dari dua atau tiga lengan.
  • ·         Neraca Kimia,biasa digunakan untuk mengukur massa yang kecil.
  • ·         Neraca Elektronik/digital.
3.Waktu(s)[T]
  Waktu awalnya didefinisikan sebagai 1/86.400 waktu satu hari yang didasarkan pada waktu perputaran bumi pada porosnya.Dalam SI satuan waktu adalah sekon(s).Untuk mendapatkan pengukuran waktu yang lebih teliti,sekarang orang lebih memilih menggunakan Jam Atom.jam ini diatur oleh gerakan atom tertentu misalnya cesium,dimana 1 detik adalah 9.192.631.770 periode getaran atom cesium-133.Alat ukur mengukur besaran waktu antara lain sebagai berikut:
  • ·         Jam Matahari,Jam Pasir,Jam Air.
  • ·         Arloji.
  • ·         Stopwatch.
4.Suhu(K)[ ]
  Suhu adalah ukuran yang derajat panas atau dinginnya suatu benda.Dalam SI satuan suhu adalah Kelvin(K).Definisi dari suhu didasarkan pada diagram fase air,yaitu posisi titik tripel air(suhu diamana 3 fase air berada bersamaan) yang di definisikan sebagai 273,16 Kelvin.kemudian,nol mutlak didefinisikan pada 0 kelvin,sehingga 1 Kelvin didefinisikan sebagai  1/273,16 dari temperatur(suhu) tripel air.Alat untuk mengukur suhu benda dengan tepat dan menyatakannya dalam angka disebut termometer.

5.Kuat Arus Listrik(A)[I]
  Arus listrik adalah banyanya muatan listrik yang mengalir melalui satu titik dalam sirkuit listrik tiap satuan waktu.Dalam SI satuan kuat arus listrik adalah Ampere(A).Saat arus listrik mengalir melalui satu kabel maka bidang magnet berada di sekeliling kabel.
Pada tahun 1948,Ampere didefinisikan dari kekuatan tarik-menarik dua kabel yang berarus listrik.Alat ukur untuk mengukur kuat arus listrik adalah Ampere meter.

6.Jumlah Zat(mol)[N]
  Jumlah Zat satuannya dalam SI adalah molekul(mol).Mol adalah istilah yang digunakan sejak 1902 dan merupakan kependekan dari”gram-molecule”.Satu mol didefinisikan sebagai zat suatu sistem yang mengandung “entitas elementer”(atom,molekul,ion,elektron) sebanyak atom-atom yang berada dalam 12 gram karbon-12.Bilangan ini disebut bilangan Avogadro yaitu G.0221367*1023.

7.Intensitas Cahaya(Cd)[J]
  Satuan intensitas cahaya adalah Candela(Cd).Candela adalah intensitas cahaya suatu sumber cahaya yang memancarkan radiasi manokromatik pada frekuensi 540*1012 hertz dengan intensitas radiasi sebesar 1/685 watt per Steradran dalam arah tersebut.

Sekian postingan kali ini, tentu masih banyak kekurangannya. Namun mudah-mudahan ilmu sobat semua dapat bertambah setelah membacanya. Terimakasih telah berkunjung di blog sederhana ini.

Sumber : http://softilmu.blogspot.com

Rabu, 10 September 2014

Besaran dalam Fisika, Besaran Turunan dan Besaran Pokok

Kali ini... Saya akan membahas materi fisika, yaitu yang berhubungan dengan besaran dalam fisika.

     Besaran Turunan adalah besaran yang terbentuk dari satu atau lebih besaran pokok yang ada. Besaran adalah segala sesuatu yang memiliki nilai dan dapat dinyatakan dengan angka.
Misalnya adalah luas yang merupakan hasil turunan satuan panjang dengan satuan meter persegi atau m pangkat 2 (m^2). Luas didapat dari mengalikan panjang dengan panjang.

Berikut ini adalah berbagai contoh besaran turunan sesuai dengan sistem internasional / SI yang diturunkan dari sistem MKS (meter - kilogram - sekon/second) :
- Besaran turunan energi satuannya joule dengan lambang J
- Besaran turunan gaya satuannya newton dengan lambang N
- Besaran turunan daya satuannya watt dengan lambang W
- Besaran turunan tekanan satuannya pascal dengan lambang Pa
- Besaran turunan frekuensi satuannya Hertz dengan lambang Hz
- Besaran turunan muatan listrik satuannya coulomb dengan lambang C
- Besaran turunan beda potensial satuannya volt dengan lambang V
- Besaran turunan hambatan listrik satuannya ohm dengan lambang ohm
- Besaran turunan kapasitas kapasitor satuannya farad dengan lambang F
- Besaran turunan fluks magnet satuannya tesla dengan lambang T
- Besaran turunan induktansi satuannya henry dengan lambang H
- Besaran turunan fluks cahaya satuannya lumen dengan lambang ln
- Besaran turunan kuat penerangan satuannya lux dengan lambang lx


Besaran Pokok, Tambahan dan Turunan Dalam Sistem Internasional / SI - Fisika

Sistem Internasional adalah sistem yang dikembangkan dari sistem besaran metrik yang diresmikan di perancis tahun 1960. Besaran pokok memiliki dimensi sedangkan besaran tambahan tidak memiliki dimensi.
A. Tujuh (7) besaran pokok sesuai Sistim Internasional / SI adalah :
1. Besaran pokok panjang satuannya meter dengan lambang m
2. Besaran pokok suhu satuannya kelvin dengan lambang K
3. Besaran pokok waktu satuannya detik/sekon dengan lambang a
4. Besaran pokok arus listrik panjang satuannya ampere dengan lambang A
5. Besaran pokok massa satuannya kilogram dengan lambang kg
6. Besaran pokok intensitas cahaya satuannya candela/kandela dengan lambang cd
7. Besaran pokok jumlah zat satuannya mole dengan lambang mol
B. Dua (2) besaran tambahan sesuai Sistem Internasional / SI yaitu :
1. Besaran tambahan sudut datar satuan radian dengan lambang rad
2. Besaran tambahan sudut ruang satuan steradian dengan lambang sr

Besaran Pokok
Untuk mencapai suatu tujuan tertentu di dalam fisika, kita biasanya melakukan pengamatan yang disertai dengan pengukuran. Pengamatan suatu gejala secara umum tidaklah lengkap apabila tidak disertai data kuantitatif yang didapat dari hasil pengukuran. Lord Kelvin, seorang ahli fisika berkata, bila kita dapat mengukur yang sedang kita bicarakan dan menyatakannya dengan angka-angka, berarti kita mengetahui apa yang sedang kita bicarakan itu.
Apa yang Anda lakukan sewaktu melakukan pengukuran? Misal Anda mengukur panjang meja belajar dengan menggunakan jengkal, dan mendapatkan bahwa panjang meja adalah 6 jengkal. Jadi, mengukur adalah membandingkan sesuatu yang diukur dengan sesuatu lain yang sejenis yang ditetapkan sebagai satuan. Dalam pengukuran di atas Anda telah mengambil jengkal sebagai satuan panjang.
Sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka disebut besaran. Contoh besaran adalah panjang, massa, dan waktu. Besaran pada umumnya memiliki satuan. Panjang memiliki satuan meter, massa memiliki satuan kilogram, dan waktu memiliki satuan sekon. Tetapi nanti akan ada beberapa besaran yang tidak memiliki satuan, misalnya indeks bias cahaya dan massa jenis relatif.
Sebelum adanya standar internasional, hampir tiap negara menetapkan sistem satuannya sendiri. Penggunaan bermacam-macam satuan untuk suatu besaran ini menimbulkan kesukaran. Kesukaran pertama adalah diperlukannya bermacam-macam alat ukur yang sesuai dengan satuan yang digunakan. Kesukaran kedua adalah kerumitan konversi dari satu satuan ke satuan lainnya, misalnya dari jengkal ke kaki. Ini disebabkan tidak adanya keteraturan yang mengatur konversi satuan-satuan tersebut.
Akibat kesukaran yang ditimbulkan oleh penggunaan sistem satuan yang berbeda maka muncul gagasan untuk menggunkan hanya satu jenis satuan saja untuk besaran-besaran dalam ilmu pengetahuan alam dan teknologi. Suatu perjanjian internasional telah menetapkan satuan sistem internasional (Internasional System of Units) disingkat satuan SI. Satuan SI ini diambil dari sistem metrik yang telah digunakan di Perancis.

Besaran Pokok
Satuan
Singkatan
Dimensi
panjang
meter
m
[L]
massa
kilogram
kg
[M]
waktu
sekon
s
[T]
kuat arus listrik
ampere
A
[I]
Suhu
Kelvin
K
teta
jumlah zat
mol
mol
[N]
intensitas cahaya
candela
cd
[J]


Besaran Turunan
Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Dengan demikian satuan besaran turunan diturunkan dari satuan besaran pokok. Sebagai contoh adalah luas, volum, massa jenis, kecepatan, dan percepatan.

Besaran Turunan
Rumus
Dimensi
Satuan dan Singkatan
Luas
panjangXlebar
[L]2
m2
Volum
panjangXlebarXtinggi
[L]3
m3
Massa jenis
massa/volum
[M][L]-3
kgm-3
Kecepatan
perpindahan/waktu
[L][T]-1
ms-1
Percepatan
kecepatan/waktu
[L][T]-2
ms-2
Gaya
massaXperpindahan
[M][L][T]-2
kgms-2 = newton (N)
Usaha dan Energi
gayaXperpindahan
[M][L]2[T]-2
kgm2s-2 = joule (J)
Tekanan
gaya/luas
[M][L]-1[T]-2
kgm-1s-2 = pascal (Pa)
Daya
usaha/waktu
[M][L]2[T]-3
kgm2s-3 = watt (W)
Impuls dan Momentum
gayaXwaktu
[M][L][T]-1
kgms-1 = Ns

Sekian postingan saya kali ini.  kalo ada kurangnya saya minta maaf, semoga bermanfaat.

http://barakmandiriinternet.blogspot.com