Selasa, 23 September 2014

Soal PKN



1. Di bawah ini merupakan salah satu tujuan negara, yaitu ....

 a. melindungi seluruh bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia

 b. selalu siap menghadapi musuh

 c. mengadakan hubungan dengan negara lain

 d. ikut melakukan ketertiban dalam masyarakat
2. Peran serta siswa dalam upaya Bela Negara adalah ....

 a. menjadi pengamat yang baik

 b. belajar dengan sungguh-sungguh

 c. mengangkat senjata ke medan perang
 d. berlatih militer
3. Berikut ini bukan wujud dari kebiasaan patuh terhadap peraturan, yaitu ....

 a. membayar pajak

 b. mematuhi peraturan lalu lintas

 c. menyisihkan uang untuk tabungan

 d. membayar rekening listrik
4. Menjaga keamanan negara dari gangguan dan ancaman yang bersifat internasional adalah tanggung  jawab....

 a. Polisi

 b. TNI

 c. TNI dan rakyat

 d. Rakyat
5. Berikut ini yang tidak termasuk upaya warga negara dalam keikutsertaan membela negara menurut Undang-Undang No. 3 Tahun 2002, yaitu ....

 a. Pendidikan kewarganegaraan

 b. Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib

 c. Pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau secara wajib

 d. Menjadi anggota tentara asing
6. Bergesernya nilai-nilai budaya kita disebabkan oleh ….

 a. masuknya budaya asing ke Indonesia

 b. berkembangnya pendidikan Indonesia

 c. masuknya koran ke desa

 d. banyaknya invistor asing berbisnis di Indonesia
7. Sifat yang dimiliki oleh orang yang mencintai tanah air adalah ....

 a. sombong dan angkuh

 b. acuh

 c. rela berkorban

 d. gemar melakuan kerusuhan
8. Bela negara merupakan wujud kecintaan warga negara Republik Indonesia di dalam menanggulangi ....

 a. berbagai ancaman yang datang dari dalam maupun dari luar secara langsung maupun tidak langsung

 b. musuh yang datang

 c. bencana yang menimpa dalam negara

 d. berbagai kehidupan yang tidak baik
9. Berikut bukan merupakan contoh Bela Negara yang bisa dilakukan di sekolah, yaitu ....

 a. ikut Pramuka

 b. ikut Paskibra

 c. tawuran

 d. upacara bendera
10. Berikut ini merupakan dasar hukum kewajiban Membela Negara bagi setiap warga negara,kecuali ....

 a. Pasal 27 ayat (3) UUD 1945.

 b. Pasal 30 ayat (1) UUD 1945.

 c. UU RI No. 3 Tahun 2002.

 d. UU RI No. 20 Tahun 2003.








Minggu, 21 September 2014

Pengertian Kalor

1. kalor yaitu bentuk energi yang berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah ketika benda bersentuhan.
2. Satuan kalor menurut SI atau MKS  yaitu joule ( J ) sedang menurut cgs yaitu erg adapun untuk jenis makanan yaitu kalori.
3. Tara Kalor Mekanik  yaitu ” penyetaraan satuan energi kalor dengan energi mekanik ”
1 kalori = 4,2 joule   ;   1 joule = 0,24 kalori
1 kkal (kilokalori) = 1000 kal ( kalori ) = 4200 joule = 4,2 kj (kilojoule)
4. Kalor dapat  menaikkan atau menurunkan  suhu.Semakin besar kenaikan suhu maka kalor yang diterima semakin banyak. Semakin kecil kenaikan suhu maka kalor yang diterima semakin sedikit. Maka hubungan kalor (Q) berbanding lurus atau sebanding dengan kenaikan suhu (∆ T) jika massa  (m) dan kalor jenis zat (c) tetap.
5. Semakin besar massa zat (m) maka kalor (Q) yang diterima semakin banyak. Semakin kecil massa zat (m) maka kalor (Q) yang diterima semakin sedikit. Maka hubungan kalor (Q) berbanding lurus atau sebanding dengan massa zat (m) jika kenaikan suhu (∆ T) dan kalor jenis zat (c) tetap.
6. Semakin besar kalor jenis zat (c) maka kalor (Q) yang diterima semakin banyak. Semakin kecil kalor jenis zat (c) maka kalor (Q) yang diterima semakin sedikit. Maka hubungan kalor (Q) berbanding lurus atau sebanding dengan kalor jenis zat (c)  jika kenaikan suhu (∆ T) dan massa zat (m) tetap.
7. Kalor jenis zat (c) yaitu banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1 °C.
8. Persamaan energi kalor yaitu :  Q = m c ∆T
Keterangan  :
Q = banyaknya kalor satuan joule (J)
c = kalor jenis zat satuan  J / kg °C
m = massa zat satuan kg
∆ T = perubahan suhu satuan  °C
   
 Contoh dan Soal :
  1. Satu kg Air dipanaskan dari 30 °C menjadi 80 °C. Jika kalor jenis air 4,2 x 103 J/kg°C, berapakah banyaknya kalor yang dibutuhkan ?
Penyelesaian :
Diketahui :                                       Ditanyakan :
m = 1 kg                                             Q = ?
T1 = 30 °C                                           Dijawab :
T2 = 80 °C
ΔT = T2 – T1                                      Q  = m c ΔT
= 80 °C – 30 °C                                = 1 kg x 4200 J/kg°C x 50 °C
= 50 °C                                               = 210 000 J
c = 4,2 x103 J/kg°C
= 4200 J/kg°C 

9.  Zat cair dikatakan mendidih jika gelembung – gelembung uap terjadi di dalam seluruh zat cair dan dapat meninggalkan zat cair. Saat zat cair mendidih suhunya tetap dan dinamakan suhu tersebut titik didih. Selama zat cair mendidih diperlukan kalor digunakan untuk merubah wujud zat cair menjadi zat gas jadi energi tersebut digunakan disebut kalor uap / laten. Kalor uap suatu zat adalah banyak kalor yang diperlukan untuk menguapkan 1 kg zat cair pada titik didihnya. Satuannya J/kg.  Persaaman kalor yg diperukan untuk menguapkan zat yaitu  Q = m U . Keterangan  Q = banyaknya kalor yang digunakan satuan joule, m = massa zat satuan kg dan U = kalor uap zat satuan J/kg. Kalor uap = kalor embun. Titik didih dipengaruhi oleh tekanan udara di atas permukaan dan ketidakmurnian zat cair. Titik didih normal air 100 °C jika tekanan udara sebesar 1 atmosfer atau 76 cmHg. Jika tekanan udara besar maka titik didih zat cair menjadi besar dan sebaliknya. Alat yang memanfaatkan titih didih terhadap tekanan udara adalah panci tekan dan otoklaf. Titik didih = titik embun.
10.  Air membeku pada suhu 0 °C sedang es mencair pada suhu 0 °C. Jadi titik beku = titik lebur. Kalor yang dilepas untuk pembekuan suatu zat suhunya tetap dan dinamakan kalor beku. Kalor yang diperlukan untuk peleburan suatu zat suhunya tetap dan dinamakan kalor lebur. Kalor beku  =  kalor lebur. Persaaman kalor yg diperukan untuk meleburkan zat   yaitu  Q = m L . Keterangan  Q = banyaknya kalor yang digunakan satuan joule, m = massa zat satuan kg dan L = kalor lebur zat satuan J/kg. Faktor yang mempengaruhi titik lebur zat antara lain tekanan udara di atas permukaan dan ketidakmurnian zat. Regelasi adalah gejala meleburnya bagian balok es yang diberi beban (tekanan luar) dan membeku kembali sesaat beban dihilangkan.

sumber : http://duniaparapelajar.wordpress.com

pengertian usaha dan energi

Definisi Usaha dan Energi – Definisi Usaha dan Energi di sini yang akan kita agak sedikit berbeda dengan Usaha dan Energi ketika kita masih di SMP kelas 8. Definisi Usaha dan Energi akan sedikit lebih detail dan sedikit lebih rumit dipelajari di Fisika SMA kelas 11 dan kasus yang dipecahkanpun akan lebih rumit 

Gaya dapat menghasilkan Usaha
Besarnya usaha didefinisikan sebagai hasil kali antara komponen gaya searah perpindahan gaya dengan perpindahannya. Jika gaya yang diberikan tidak searah dengan arah perpindahan, maka rumus usaha bukan lagi W = F . s tapi akan berubah menjadi W = F.s cos \alpha. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini!
Definisi Usaha dan Energi

Dari definisi dan Gambar di atas dapat dirumuskan usaha sebagai berikut.



Rumus Usaha SMA

Contoh Soal
Sebuah balok bermassa 30 kg ditarik gaya 60 N yang membentuk sudut \alpha =60^{0}  terhadap horisontal seperti pada Gambar di bawah ini.
Definisi Usaha dan Energi

Pada saat balok dapat bergeser mendatar sejauh 3 m maka tentukan usaha yang dilakukan gaya tersebut!
Penyelesaian
F = 60N
\alpha =60^{0}
S = 3 m
gaya yang bekerja membentuk sudut α terhadap perpindahannya, maka usaha yang dilakukan gaya dapat diperoleh seperti berikut.
W = F.S cos α
W = 60 N . 3 m cos 600
W = 180 . \frac{1}{2}
W = 90 Joule
Grafik F – S
Gaya yang bekerja pada benda dapat berubah-ubah terhadap perpindahannya. Bagaimana usaha dari gaya F itu? Jika perubahan gaya tersebut teratur, maka usaha yang dilakukan dapat ditentukan dengan konsep grafik F – S.
Contohnya F yang bekerja pada balok berubah terhadap S seperti pada grafik F – S berikut.
Grafik F . S
Usaha yang dilakukan gaya F tersebut dapat ditentukan dari luas daerah yang dibatasi kurva dan sumbu s. Daerah yang dimaksud adalah daerah terarsir. Berarti dapat dirumuskan seperti di bawah ini.
Rumus grafik F.  s

2. Energi Potensial

Energi potensial adalah energi yang disebabkan oleh ketinggiannya. Contohnya seperti pada Gambar berikut.
Energi Potensial

Semua benda dititik A, B, C, dan D bermassa sama, tetapi ketinggiannya berbeda sehingga energi potensialnya berbeda. Massa A memiliki energi potensial terbesar dan massa D memiliki energi potensial terkecil. Energi potensial juga dipengaruhi oleh massa benda. Semakin besar massanya maka energinya semakin besar. Dari penjelasan-penjelasan di atas, energi potensial dapat dirumuskan sebagai berikut:
E_{p}=m . g . h
dengan :
Ep        = energi potensial (joule)
m         = massa benda (kg)
h          = ketinggian (h)
g          = percepatan gravitasi (10 m/s2)
Contoh Soal
Tiga benda mA = 2 kg , mB = 4 kg dan mC = 3 kg terletak di tangga seperti Gambar di bawah ini.
Contoh soal energi potensial
Tiap tangga ketinggiannya 30 cm. Jika energi potensial massa B bernilai nol maka tentukan energi potensial mA dan mC!
Penyelesaian
mA = 2 kg , mB = 4 kg dan mC = 3 kg
hAB = -30cm = -0,3 m (di bawah B)
hCB = + 60 cm = 0,6 m
Energi potensial dihitung berdasarkan titik acuannya. Di atas titik acuan bernilai positif dan di bawah titik acuan bernilai negatif. Berarti energi potensial massa tersebut memenuhi:
EA        = mA . g . hAB
= 2.10 (-0,3) = -6 joule
EC        = mC . g . hCB
= 3.10.(0,6) = 18 joule

3. Energi Kinetik

Mengapa sebuah peluru yang begitu kecil saat ditembakkan dan mengenai pohon bisa menembusnya? Tentu kalian dapat menjawabnya, yaitu karena peluru yang bergerak memiliki energi. Energi yang disebabkan gerak suatu benda inilah yang dinamakan energi kinetik.
Energi kinetik sebuah benda dipengaruhi oleh massa dan kecepatannya. Energi itu sebanding dengan massa benda dan kuadrat kecepatan benda. Dari hubungan ini, persamaan energi kinetik dapat ditentukan seperti berikut.
E_{k}=\frac{1}{2}mv^{2\mathbf{}}
dengan :
Ek      = energi kinetik (joule)
m       = massa benda (kg)
v        = kecepatan benda (m/s)
Untuk lebih memahami tentang energi kinetik ini dapat kalian cermati contoh berikut.
Contoh Soal
Sebuah benda bermassa m bergerak dengan kecepatan 20 m/s sehingga memiliki energi kinetik sebesar 250 joule. Berapakah energi benda tersebut jika kecepatannya menjadi 40 m/s?
Penyelesaian
v_{1}=20m/s\rightarrow E_{k}=250 joule
v_{2}=40m/s\rightarrow E_{k}=?
Energi kinetik benda sebesar:
E_{k}=\frac{1}{2}mv^{2\mathbf{}}
massa benda dapat ditentukan dari keadaan pertama.
Ek_{1}=\frac{1}{2}mv_{1}^{2}


250=\frac{1}{2}m(20)^{2}
500=m.400
m=1,25Kg
Berarti Ek2 dapat diperoleh:
Ek_{2}=\frac{1}{2}mv_{2}^{2}
Ek_{2}=\frac{1}{2}.1,25.(40)^{2}=1.000 Joule

Kamis, 18 September 2014

Pengertian Tekanan Udara

nah.. sekarang saya akan membahas lebih rinci tentang tekanan udara. langsung saja ya....

Tekanan Udara
Atmosfer adalah lapisan yang melindungi bumi. Lapisan ini meluas hingga 1000 km ke atas bumi dan memiliki massa 4.5 x 1018 kg. Massa atmosfir yang menekan permukaan inilah yang disebut dengan tekanan atmosferik. Tekanan atmosferik di permukaan laut adalah 76 cmHg (Anonim1, 2010).
Tekanan udara adalah tekanan yang diberikan oleh udara, karena geraknya tiap 1 cm2 bidang mendatar dari permukaan bumi sampai batas atmosfer. Satuannya : 1 atm = 76 cmHg. Tekanan 1 atm disebut sebagai tekanan normalTekanan udara makn berkurang dengan penambahan tnggi tempt. Sebagai ketentuan, tiap naik 300 m tekanan udara akan turun 1/30 x. Tekanan udara mengalir dar tempat yang mempunya tekanan tinggi ke tempat yang memiliki tekanan lebh rendah, dapat secara vertikal atau horizontal (Wuryatno, 2000).

Tekanan udara merupakan tenaga yang bekerja untuk menggerakkan massa udara dalam setiap satuan luas tertentu. Diukur dengan menggunakan barometer. Satuan tekanan udara adalah milibar (mb). Garis yang menghubungkan tempat-tempat yang sama tekanan udaranya disebut sebagai isobar. Tekanan udara memiliki beberapa variasi. Tekanan udara dibatasi oleh ruang dan waktu. Artinya pada tempat dan waktu yang berbeda, besarnya juga berbeda (Mohr,1998).

Udara mempunyai massa/berat besarnya tekanan diukur dengan barometer. Barograf adalah alat pencatat tekanan udara.Tekanan udara dihitung dalam milibar. Garis pada peta yang menghubunkan tekanan udara yang sama disebut isobar. Barometer aneroid sebagai alat pengukur ketinggian tempat dinamakan altimeter yang biasa digunakan untuk mengukur ketinggian pesawat terbang (Leonheart, 2010).

Tekanan atmosfer tidaklah seragam di semua tempat. Tidak semata terjadi permukaan yang cepat dengan naiknya ketinggian, tetapi pada suatu ketinggian tertentupun ada varian dari suatu tempat ke tempat yang lain serta dari waktu ke waktu yang lainnya, meskipun tidak sebesar variasi yang disebabkan oleh ketinggian yang berbeda (Benyamin Lakitan, 1994).
Tekanan udara antara lokasi yang satu dengan lokasi yang lain dan pada lokasi tertentu dapat berubah secara dinamis dari waktu ke waktu. Perbedaan atau perubahan tekanan uadara ini terutama disebabkan oleh pergeseran garis edar matahari, keberadaan bentang laut dan ketinggian tempat (Masson dan Cloud, 1962).

sumber : http://belajarilmukomputerdaninternet.blogspot.com

Rabu, 17 September 2014

Tekanan Hidrostatik

Tekanan Hidrostatik
Pada zat padat, tekanan yang di hasilkan hanya ke arah bawah (jika pada zat padat tidak diberikan gaya luar lain, pada zat padat hanya bekerja gaya gravitasi) sedangkan pada fluida, tekanan yang di hasilkan menyebar ke segala arah.
Tekanan di dalam zat cair disebabkan oleh adanya gaya gravitasi yang bekerja pada tiap bagian zat cair, besar tekanan itu bergantung pada kedalaman, makin dalam letak suatu bagian zat cair, semakin besar tekanan pada bagian itu. Tekanan di dalam fluida tak bergerak yang diakibatkan oleh adanya gaya gravitasi disebut tekanan hidrostatika.
Teori tentang tekanan hidrostatika juga dapat dijelaskan dengan mengamati bejana atau gelas yang berisi air sebagai contohnya. Perhatikanlah gambar berikut ini:
Sehingga besar tekanan pada alas bejana adalah:
 

















Jadi, besarnya tekanan hidrostatik secara umum di rumuskan dengan











jika tekanan armosfer di permukaan zat cair itu adalah P0 maka tekanan mutlak pada tempat atau titik yang berada pada kedalaman h adalah
Gaya hidrostatik pada alas bejana ditentukan dengan rumus sebagai berikut
               


Sedangkan untuk satu jenis zat cair besar tekanan di dalamnya tergantung pada kedalamannya. Setiap titik yang berada pada kedalaman sama akan mengalami tekanan hidrostatik yang sama pula.

"Tekanan hidrostatik pada sembarang titik yang terletak pada satu bidang datar di dalam satu jenis zat cair yang diam, besarnya sama."

Pernyataan di atas dikenal sebagai hukum utama hidrostatika. Perhatikan gambar berikut:




Berdasarkan hukum utama hidrostatika dapat dirumuskan :
PA = PB = PC
PD = PE

                Hukum utama hidrostatika dapat diterapkan untuk menentukan masa jenis zat cair dengan menggunakan pipa U. Perhatikanlah gambar berikut!
 
Dalam hal ini, dua cairan yang digunakan tidak akan tercampur. Pipa U mula-mula diisi dengan zat cair yang sudah diketahui massa jenisnya, kemudian salah satu kaki dituangi zat cair yang di cari massa jenisnya hingga setinggi h1. Kemudian, tarik garis mendatar AB sepanjang pipa. Ukur tinggi zat cair mula-mula di atas garis AB (misal : h2)
Menurut hukum utama hidrostatika, tekanan di A sama dengan di B. 
 
   
 
 
 
 sumber : http://riskafajrulummi.blogspot.com